Ketika kita bicara soal ekonomi, yang terbayang sering kali angka, grafik, atau istilah-istilah rumit seperti “inflasi”, “PDB”, atau “supply and demand”. Padahal, di balik semua itu, ada sistem besar yang mengatur bagaimana manusia memandang harta, kekayaan, dan distribusinya.
Nah, di dunia modern ini, sistem ekonomi yang mendominasi umumnya ada dua: kapitalisme dan sosialisme. Tapi tahukah kamu bahwa Islam punya sistemnya sendiri yang bukan “jalan tengah” di antara keduanya, tapi jalan lurus yang berbeda dari keduanya dan landasannya? .
Islam dan Pandangan Dasarnya tentang Harta
Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, pendiri *Hizb ut-Tahrir* dan penulis buku Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam (Sistem Ekonomi dalam Islam), persoalan ekonomi bukan semata soal produksi dan konsumsi, tapi tentang bagaimana harta didistribusikan secara adil sesuai hukum Allah.
Beliau menegaskan, inti masalah ekonomi adalah distribusi, bukan produksi. Karena kalau kita jujur, dunia ini sebenarnya punya cukup sumber daya untuk semua orang. Hanya saja, sistem yang rusak membuat kekayaan menumpuk di tangan segelintir elit sebuah fenomena klasik dalam kapitalisme modern.
“Masalah ekonomi bukanlah sedikitnya kekayaan, tetapi bagaimana kekayaan itu didistribusikan di antara manusia.”
— Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam
💡 Kapitalisme vs Sosialisme vs Islam
Untuk memahami posisi Islam, mari kita lihat sekilas perbandingannya:
| Aspek | Kapitalisme | Sosialisme | Islam |
|---|---|---|---|
| Kepemilikan | Individu bebas memiliki apa pun | Negara menguasai alat produksi | Kepemilikan terbagi: individu, umum, dan negara |
| Sumber hukum | Akal manusia, kontrak sosial | Negara/Partai | Wahyu (Al-Qur'an & Sunnah) |
| Tujuan ekonomi | Kebebasan individu & akumulasi modal | Pemerataan kekayaan | Keadilan dan kemaslahatan umat |
| Peran negara | Minimal — menjaga pasar | Sentral — mengatur produksi & distribusi | Mengatur sesuai syariah, menegakkan hukum Allah |
Sistem Islam mengakui hak milik pribadi, tetapi menempatkannya dalam batasan syariah. Misalnya sumber daya vital yang merupakan kepentingan umum (air, energi, padang rumput) tidak boleh sepenuhnya diprivatisasi.
“Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api.”
(HR. Abu Dawud)
Artinya, negara tak boleh menyerahkan sumber daya strategis kepada swasta, apalagi asing. Prinsip ini sekaligus menolak privatisasi total ala kapitalisme maupun nasionalisasi mutlak ala sosialisme.
⚖️ Distribusi Kekayaan dalam Islam
Syaikh an-Nabhani menekankan pentingnya mekanisme distribusi. Dalam sistem Islam, ada banyak instrumen yang menjamin kekayaan tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja, antara lain:
- Zakat, infak, sedekah, dan wakaf → Sebagai sarana membersihkan harta dan membantu yang membutuhkan.
- Larangan riba, monopoli, dan penimbunan → Untuk mencegah ketimpangan buatan.
- Peran Baitul Mal → Sebagai lembaga keuangan negara yang menyalurkan pendapatan sesuai pos-pos syariah.
Ulama seperti Imam al-Ghazali dan Ibn Taymiyyah juga menekankan bahwa ekonomi bukan sekadar urusan dunia, tapi ibadah. Dalam Ihya’ Ulumuddin, al-Ghazali menyebut bahwa mencari nafkah halal adalah bagian dari ketaatan kepada Allah.
🌍 Ekonomi Islam: Sistem yang Humanis dan Transenden
Kalau kapitalisme menuhankan pasar, dan sosialisme menuhankan negara, maka Islam menuhankan Allah. Semua aktivitas ekonomi diarahkan untuk mencari ridha-Nya, bukan semata keuntungan materi.
Itulah mengapa Islam tidak hanya berbicara tentang angka dan kebijakan, tapi juga akhlak, niat, dan tanggung jawab sosial.
Syaikh Yusuf al-Qaradawi dalam Fiqh al-Zakah bahkan menegaskan bahwa ekonomi Islam bukan hanya teori ekonomi, tapi bagian dari sistem hidup Islam yang menyeluruh terikat dengan akidah, akhlak, dan hukum.
🧭 Kembali ke Akar Islam
Dunia modern yang dilanda krisis demi krisis dari resesi global hingga ketimpangan sosial sebenarnya sedang mencari arah baru. Dan di saat manusia mulai lelah dengan sistem buatan manusia, Islam menawarkan solusi berbasis wahyu: sistem ekonomi yang adil, seimbang, dan berpihak pada manusia tanpa melupakan Allah.
Mengenal sistem ekonomi Islam bukan sekadar nostalgia terhadap masa lalu, tapi langkah strategis menuju peradaban yang lebih berkah dan manusiawi.
Karena ketika harta dikelola sesuai syariah, ia tak hanya menjadi sumber kekayaan tapi juga sarana mendekatkan diri kepada Sang Pemberi Rezeki.
✨ Ringkasan Singkat: Ekonomi Islam vs Kapitalisme & Sosialisme
- Masalah utama ekonomi menurut Islam adalah distribusi harta, bukan sekadar produksi.
- Kapitalisme & sosialisme lahir dari cara pandang manusia; Islam dari wahyu.
- Islam membagi kepemilikan: pribadi, umum, dan negara, dengan aturan syariah yang jelas.
- Instrumen seperti zakat, larangan riba, dan peran Baitul Mal menjaga harta tidak hanya berputar di kalangan orang kaya.
- Aktivitas ekonomi dalam Islam adalah ibadah dan jalan mencari ridha Allah, bukan sekadar cari untung.
Apa beda utama ekonomi Islam dengan kapitalisme & sosialisme?
Kapitalisme menuhankan pasar, sosialisme menuhankan negara. Ekonomi Islam menuhankan Allah: aturan harta diambil dari wahyu, bukan dari akal manusia semata.
Apa fokus utama ekonomi Islam?
Fokusnya adalah keadilan distribusi, supaya harta tidak menumpuk di segelintir orang. Produksi penting, tapi bukan masalah inti.
Kenapa aktivitas ekonomi bisa jadi ibadah?
Karena dalam Islam, mencari nafkah halal, mengelola harta sesuai syariah, dan membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah adalah bagian dari ketaatan kepada Allah.
🔄 Upgrading Diri Setiap Hari
Hidup ini bukan soal sempurna, tapi soal berusaha sedikit lebih baik dari kemarin. Jika Anda ingin punya catatan pribadi untuk mengevaluasi ibadah harian (sholat, tilawah, dzikir, sedekah, dll.), silakan gunakan alat sederhana ini.
Catatan tersimpan di browser Anda sendiri, tidak dilihat orang lain. Cocok untuk muhasabah pelan-pelan, tanpa merasa dihakimi siapa pun.
✍️ Buka Lembar Evaluasi Ibadah Pribadi Disarankan diisi di waktu tenang, misalnya menjelang tidur atau setelah sholat Isya.Ikuti Kaffah Media di Telegram
Dapatkan artikel dakwah, kajian, dan berita Islami terbaru langsung di ponsel Anda.
