CINTA KEPADA NABI SAW

Renungan tentang Cinta kepada Nabi
Sebuah Renungan

Umat mengaku mencintai Nabi Muhammad SAW, tapi saat ini banyak aspek kehidupan dibangun di atas sistem nilai dan aturan yang bertentangan dengan tuntunan Nabi.

Tidak sedikit kaum muslimin yang membela demokrasi daripada Khilafah, lebih percaya kapitalisme daripada sistem ekonomi Islam.

Padahal mencintai Nabi bukan sekadar mengagungkan pribadi beliau, tetapi juga menerima dan memperjuangkan risalah yang beliau bawa. Rasulullah diutus bukan hanya untuk mengajarkan ibadah ritual saja, melainkan untuk menegakkan hukum-hukum Allah SWT.

Karena itu, membatasi keteladanan beliau hanya pada akhlak dan ibadah—sementara menolak tuntunan beliau dalam urusan politik, sosial, ekonomi, hukum, dan pemerintahan—berarti mereduksi kesempurnaan ISLAM.

  • Katanya mencintai Nabi, tetapi tidak menjadikan Nabi sebagai Uswah Hasanah.
  • Katanya mencintai Nabi, tetapi tidak mengikuti Sunnahnya.
  • Katanya mencintai Nabi, tetapi hanya mengambil sebagian ajarannya.
  • Katanya mencintai Nabi, tetapi tidak mengikuti Nabi dalam bernegara, berpolitik & berekonomi.
  • Katanya mencintai Nabi, tetapi memusuhi syariat yang beliau bawa dan para pengembannya.
  • Katanya mencintai Nabi, tetapi menjadikan musuh-musuh Islam sebagai sekutu.
  • Katanya mencintai Nabi SAW, tetapi meninggalkan kewajiban membela umat yang tertindas.
🤲 Dukung Operasional Dakwah Keberlangsungan konten ideologis ini ada di tangan Anda. Setiap rupiah adalah investasi jariyah untuk menjaga lisan dakwah tetap tegak.
📡 Ikuti Saluran Kaffah Media Dapatkan update artikel terbaru langsung ke WhatsApp Anda tanpa terhalang algoritma media sosial.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak