Kedaulatan Tuhan & Etika Sekular

Seri Dekonstruksi Adab: Bagian 2

"Dilema manusia modern adalah mencoba menjadi 'baik' tanpa standar yang tetap. Akibatnya, kebaikan hanyalah soal tren yang bisa berubah setiap dekade."

Relativitas vs Absolutas

Etika sekular dibangun di atas fondasi humanisme, di mana manusia adalah penentu tunggal benar dan salah. Jika mayoritas menganggap suatu tindakan "sopan", maka tindakan itu menjadi standar etika. Masalahnya, apa yang dianggap sopan hari ini bisa dianggap kuno atau bahkan salah di masa depan.

Sebaliknya, adab dalam Islam mengakui Kedaulatan Ilahi (Hakimiyyah). Kita tidak beradab karena ingin dipuji manusia atau karena mengikuti norma sosial yang cair. Kita beradab karena ada hukum yang tetap (Tsabit). Kejujuran, amanah, dan rasa malu bukanlah variabel yang bisa dinegosiasikan oleh zaman.

"Menolak standar ganda berarti mengakui bahwa benar dan salah tidak ditentukan oleh 'siapa yang melihat', melainkan oleh 'Siapa yang memerintah'."

Bahaya Standar Ganda

Tanpa keterikatan pada Tuhan, etika seringkali terjebak dalam kepentingan. Kita melihat dunia hari ini sangat ramah di permukaan, namun penuh eksploitasi di balik layar. Orang bisa sangat santun di meja makan, namun kejam dalam kebijakan ekonomi.

Adab Islam menghancurkan dualisme ini. Kedaulatan Tuhan menuntut integritas yang utuh: adab di ruang privat harus sama dengan adab di ruang publik. Mengapa? Karena "saksi" kita bukan lagi kamera CCTV atau opini publik, melainkan pengawasan mutlak Allah SWT.

Melampaui 'Common Sense'

Banyak orang berkata, "Yang penting kan logis dan tidak merugikan orang lain." Namun, logika manusia terbatas dan seringkali bias. Adab melampaui sekadar common sense; ia adalah panduan untuk menjaga kesucian jiwa (tazkiyatun nafs). Dengan menolak etika sekular yang dangkal, kita mengembalikan kemuliaan manusia sebagai hamba, bukan sekadar hewan sosial yang pandai bersandiwara.

Nantikan Artikel Selanjutnya:

"Intelektualitas yang Beradab: Mengembalikan Definisi 'Adab' sebagai Pengakuan atas Harkat"

🤲 Dukung Kaffah Media Bantu jaga dakwah dan konten ideologis tetap berjalan.
📡 Ikuti Saluran Kaffah Media Semua artikel baru & catatan ideologis langsung ke perangkatmu. Tanpa tergantung algoritma.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak